Banner Redaksi Warta Demokrasi

👆 KLIK BANNER UNTUK LIHAT REDAKSI 👆

‎SMA Negeri 1 Gelumbang Berikan Klarifikasi Terkait Video Perkelahian Siswa

Getting your Trinity Audio player ready...

WARTADEMOKRASI, ‎MUARA ENIM, SUMSEL – Beredarnya video yang memperlihatkan perkelahian siswa di media sosial pada Senin (21/9/2026) mendapat perhatian dari pihak SMA Negeri 1 Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

‎Menanggapi video tersebut, pihak sekolah melakukan penelusuran terhadap kejadian serta memanggil siswa dan orang tua yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

‎Kepala SMA Negeri 1 Gelumbang, Agusviansyah, SP., M.Si., mengatakan berdasarkan hasil penelusuran pihak sekolah, peristiwa yang terekam dalam video tersebut melibatkan dua siswa yang terlibat perkelahian. Sementara sejumlah siswa lainnya berada di lokasi dan menyaksikan kejadian tersebut.

‎“Memang saya melihat viral mengatakan bahwa ada siswa kita yang pertama ada tawuran. Tetapi setelah kami usut tadi malam dan pagi hari ini, siswa itu berantem berdua. Siswa yang lain itu adalah menonton, kebanyakan menonton. Bukan tawuran kalau saya lihat,” ujar Agusviansyah saat diwawancarai pada Selasa (22/9/2026).

‎Menurut Agusviansyah, pihak sekolah kemudian memanggil kedua siswa yang terlibat bersama orang tua masing-masing untuk dilakukan pembinaan dan penyelesaian secara kekeluargaan.

‎“Alhamdulillah tadi kedua belah pihak yang bersengketa sudah kami panggil, pihak orang tuanya, dan sudah berdamai di atas materai,” katanya.

‎Selain kedua siswa yang terlibat, pihak sekolah juga memanggil siswa lain yang berada di lokasi dan menyaksikan kejadian tersebut bersama orang tua masing-masing.

‎Para siswa diberikan pembinaan agar tidak mengulangi tindakan serupa serta memahami pentingnya melaporkan setiap persoalan kepada pihak sekolah maupun pihak yang berwenang.

‎“Kita sama-sama membina bahwa pekerjaan itu salah. Mengapa tidak melapor ke pihak sekolah atau pihak berwajib kalau ada anak-anak yang berantem,” ujar Agusviansyah.

‎Agusviansyah mengatakan pihak sekolah telah mengingatkan seluruh siswa agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi siswa.

‎Dalam proses pembinaan, pihak sekolah juga berkoordinasi dengan unsur terkait di Kecamatan Gelumbang. Kapolsek Gelumbang Iptu Budianto dan Danramil 404-01/Gelumbang Kapten Inf Sutrisno turut memberikan motivasi serta arahan kepada para siswa.

‎Agusviansyah berharap pembinaan yang telah dilakukan dapat memberikan pemahaman kepada siswa untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik serta menghindari tindakan kekerasan.

‎“Kami sudah mengimbau kepada anak-anak bahwa jangan lagi terulang kejadian seperti ini, bahwa ini mencoreng nama baik SMA Negeri 1 Gelumbang,” ujarnya.

‎Ia juga mengatakan kedua siswa yang terlibat telah berdamai setelah dilakukan penyelesaian bersama pihak sekolah dan orang tua.

‎“Insya Allah tidak akan terjadi lagi perkelahian di antara kedua belah pihak tadi, karena kami sudah turun langsung menemui anaknya. Sekarang anak itu sudah berdamai dan berteman kembali,” katanya.

‎Lebih lanjut, Agusviansyah menekankan pentingnya sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap siswa.

‎Menurutnya, pendidikan anak membutuhkan kerja sama antara keluarga dan sekolah agar proses pembinaan dapat berjalan secara berkesinambungan.

‎“Setiap kami ada parenting, wali kelas memanggil orang tua, usahakan kita menjaga anak. Karena di sekolah ini hanya sepertiga hari di kami, dua per tiga harinya adalah di rumah anak-anak,” tuturnya.

‎Ia mengajak orang tua untuk bersama-sama menjaga dan membimbing anak agar dapat meraih cita-cita serta terhindar dari berbagai persoalan.

‎“Kita sama-sama menjaga anak-anak supaya anak-anak kita mendapatkan apa yang dicita-citakannya berhasil. Seiring sejalan anak, orang tuanya di rumah dan kami di sekolah,” ujarnya.

‎Agusviansyah menambahkan, pihak sekolah akan terus melakukan pembinaan terhadap siswa dan berharap orang tua turut berperan dalam melakukan pengawasan di lingkungan keluarga.

‎“Di sekolah percayakan di kami, tapi kalau di luar kita sama-sama menjaga supaya apa yang kita harapkan menjadi kenyataan,” pungkasnya.

‎Pihak SMA Negeri 1 Gelumbang berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh siswa untuk menghindari perkelahian, menjaga hubungan antarsesama, serta segera melaporkan setiap persoalan kepada pihak yang dapat memberikan penanganan.

‎(red)

Tinggalkan Balasan