Pemuda Diminta Berhenti Jadi ‘Aktivis Medsos’: Reco Vernando Dorong Generasi Muda Awasi Anggaran Daerah

Getting your Trinity Audio player ready...

Warta Demokrasi, Palembang – Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Palembang mendapat sorotan berbeda dari tokoh muda Sumatera Selatan, Reco Vernando, SE.

Bukan sekadar menyerukan semangat antikorupsi, Reco menantang langsung generasi muda untuk meninggalkan peran sebagai “aktivis medsos” dan turun mengawasi penggunaan anggaran daerah secara nyata.

Menurut Reco, ruang publik hari ini dipenuhi kritik keras terhadap pemerintah, tetapi minim aksi pengawasan langsung di tingkat masyarakat. “Pemuda jangan hanya jadi penonton, apalagi sebatas komentator di media sosial. Kita yang harus memastikan ruang publik tetap bersih dan tidak dikuasai praktik korupsi,” tegasnya, Senin (09/12/2025).

Reco tetap mengapresiasi langkah konkret KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian dalam menindak dugaan korupsi di Sumsel. Namun, ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak akan pernah maksimal jika hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. “APH sudah bekerja, itu kita akui. Tapi gerakan antikorupsi harus jadi budaya publik. Semakin banyak mata yang mengawasi, semakin kecil peluang penyalahgunaan anggaran,” katanya.

Dalam momentum Hakordia, Reco juga mendesak pemerintah daerah memperkuat keterbukaan informasi publik. Ia menilai akses data adalah senjata utama masyarakat, terutama anak muda, dalam melakukan kontrol sosial. “Transparansi itu pondasi.

Kalau data anggaran terbuka, masyarakat bisa ikut mengawal tanpa harus menunggu kasus besar meledak dulu,” ujarnya.

Reco menilai masih banyak informasi publik yang tertutup, sehingga ruang pengawasan rakyat menjadi sempit. Karena itu, ia menantang pemerintah daerah menunjukkan komitmen antikorupsi bukan hanya lewat seremoni Hakordia, tetapi melalui keberanian membuka data anggaran secara real time.

Ke depan, Reco berharap peringatan Hakordia tidak lagi berhenti pada kampanye simbolik, melainkan menjadi titik balik bagi gerakan anak muda di Sumsel untuk membangun kultur integritas dan pengawasan anggaran dari bawah. “Pemberantasan korupsi adalah kerja kolektif.

Pemuda Palembang harus jadi energi perubahan. Bukan hanya bicara perubahan, tapi ikut memastikan perubahan itu terjadi,” tegasnya.

Reco menyebut generasi muda memiliki posisi strategis melek teknologi, dekat dengan data, dan kritis, sehingga tidak ada alasan untuk tidak terlibat dalam menjaga integritas tata kelola pemerintahan di Sumsel.(H Rizal).

 

Tinggalkan Balasan