Tuntut Hak Kemitraan! Petani Plasma Aksi Dan Segel Kantor PT SIP Banyuasin

Getting your Trinity Audio player ready...

WartaDemokrasi – BANYUASIN – Ratusan petani plasma yang tergabung dalam Koperasi Indo Plasma Bersaudara (IPB) dari Desa Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Kantor Plasma PT. Swadaya Indo Palma (PT. SIP) 3, Kecamatan Tanjung Lago, pada Rabu (10/12/2025) pagi.

Aksi yang berlangsung tertib namun tegas ini menuntut penghentian operasional perusahaan serta pemutusan kerja sama kemitraan yang dinilai merugikan petani. Puncaknya, massa aksi melakukan penutupan dan penyegelan kantor plasma SIP 3 dan menutup akses jalan ke kebun perusahaan.

Massa aksi mulai bergerak sekitar pukul 07.15 WIB, tiba di lokasi pukul 08.30 WIB, dan segera membentangkan berbagai spanduk yang berisi tuntutan keras, seperti “Putuskan Kerja Sama dengan PT. SIP” dan “Stop Semua Operasional Kebun Plasma SIP 3”.

Pengamanan aksi dilakukan oleh personel gabungan dari Polres dan Polsek Tanjung Lago, dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Banyuasin, Kompol Azmi Halim Permana, S.I.K., M.A.P., untuk memastikan ketertiban.

Setelah berorasi, sekitar pukul 09.20 WIB, aksi meningkat menjadi penutupan kantor dan pemblokiran akses jalan menuju kebun di blok 1 hingga 4.

Dalam orasinya, Koperasi IPB mengajukan empat tuntutan utama kepada pihak PT. SIP:

Pengembalian Uang Surplus: Petani menuntut pengembalian uang surplus pembayaran utang bank.

Tolak Utang Talangan: Meminta PT. SIP mempertanggungjawabkan klaim utang talangan petani. Jika tidak bisa dibuktikan, petani menolak mengakui utang tersebut.

Wajib Replanting 160 Hektar: PT. SIP diwajibkan membiayai dan melakukan replanting (penanaman kembali) seluas 160 hektar kebun plasma yang dinilai tidak produktif.

Kompensasi TBS: Petani menuntut kompensasi berupa penggantian buah Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun inti perusahaan, dengan hitungan 2 ton per kapling per tahun selama 3 tahun, atau hingga kebun plasma hasil replanting kembali berproduksi.

Perusahaan Berjanji Meneruskan Tuntutan

Perwakilan dari pihak perusahaan, Bapak Budi, sempat menanggapi aksi dengan menyatakan akan segera menyampaikan keempat tuntutan tersebut kepada pimpinan tertinggi PT. SIP.

Aksi unjuk rasa akhirnya berakhir secara tertib pada pukul 11.00 WIB, dengan pembubaran massa. Meskipun demikian, situasi di lokasi dilaporkan kembali aman dan kondusif.

Berdasarkan analisis keamanan, aksi ini merupakan penyampaian tuntutan formal yang memerlukan respons serius. Jika tuntutan tidak ditanggapi atau jawaban perusahaan tidak sesuai harapan, diprediksi aksi lanjutan atau aksi panen mandiri oleh koperasi berpotensi terjadi.

(Jack)

Tinggalkan Balasan