Wujud Nyata Memanusiakan Manusia: Harimau Sumatera Bersatu Sambangi Yayasan Bagus Mandiri Insani

Getting your Trinity Audio player ready...

WartaDemorasi, PALEMBANG — Organisasi Kemasyarakatan Harimau Sumatera Bersatu (HSB) menunjukkan taring kepeduliannya. Melalui sinergi jajaran DPP, DPC, hingga PAC Kota Palembang, HSB menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “Harimau Sumatera Bersatu Peduli” di Yayasan Bagus Mandiri Insani, Rabu (04/02/2026).

Dalam kunjungan ke yayasan yang berlokasi di Jalan Sampurna, Sukarami ini, HSB menyalurkan bantuan logistik skala besar. Tercatat, sebanyak 600 kg beras, 45 kg telur, 50 dus mie instan, 20 kg gula pasir, serta uang tunai sebesar Rp10,4 juta diserahkan langsung untuk membantu operasional yayasan.

Ketua Umum DPP HSB, H. Satria Amri Ramadhan, S.IP., M.M, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata komitmen organisasi dalam merangkul kelompok rentan seperti ODGJ dan lansia terlantar.

“Alhamdulillah, bantuan ini adalah hasil kekompakan seluruh jajaran pengurus. Kami ingin melatih diri bagaimana cara memanusiakan manusia. Insya Allah, kami berkomitmen menjadikan ini program rutin bulanan,” ujar Satria.

Humanis! Ormas HSB Salurkan Tonan Sembako dan Dana Jutaan Rupiah untuk ODGJ di Palembang

Senada dengan hal tersebut, Pembina DPP HSB, Diky Haitami, yang hari itu juga merayakan ulang tahunnya, memberikan apresiasi tinggi atas kepekaan sosial anggotanya. Ia berharap HSB terus hadir sebagai organisasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Jeritan Kebutuhan Yayasan: Butuh 1 Kuintal Beras Per Hari

Pendiri Yayasan Bagus Mandiri Insani, Agus Mulyono, menyambut haru bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan sembako adalah “napas” bagi ratusan penghuni panti.

“Kami menampung sekitar 330 orang, mulai dari ODGJ hingga lansia terlantar. Setiap hari kami butuh minimal 1 kuintal 5 kilogram beras. Bantuan dari HSB ini sangat luar biasa untuk menyambung nyawa para penghuni di sini,” ungkap Agus.

Agus juga memberikan catatan kritis terkait peran pemerintah. Selama ini, dukungan pemerintah baru menyentuh aspek administratif seperti pengurusan KIS atau Dukcapil. Ia berharap langkah HSB ini dapat memicu pemerintah dan pihak lain untuk lebih peduli terhadap kebutuhan logistik yayasan yang ia kelola. (HS)

Tinggalkan Balasan