|
Getting your Trinity Audio player ready...
|
WAETADEMOKRASI, PALEMBANG – Rabu, (29/04/2026) Aparat Pemerintahan Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, mendatangi langsung rumah reyot Nenek Hawa di Jalan Syakyakirti Lorong Pancasila RT 13, setelah viral pemberitaan Wartademokrasi terkait bansos yang tidak lagi cair sejak 2025.
Kunjungan ini dilakukan sebagai respons cepat atas laporan media, guna memverifikasi kondisi di lapangan dan menindaklanjuti persoalan terhentinya bantuan sosial yang sebelumnya diterima Nenek Hawa.
Pihak Kelurahan Karang Jaya kepada Wartademokrasi menjelaskan bahwa
“Dalam Kartu Keluarga masih tercantum nama suami Nenek Hawa yang telah lama meninggal dunia. Selain itu, cucunya yang telah berusia 17 tahun belum melakukan perekaman KTP elektronik. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab naiknya desil dalam DTKS, sehingga berdampak pada tidak cairnya bantuan sosial.”
Sebagai langkah perbaikan, pihak kelurahan akan mengusulkan pembaruan data dan perbaikan desil melalui operator kelurahan. Diharapkan, proses ini dapat mengembalikan hak Nenek Hawa sebagai penerima bantuan sosial.
Namun, kasus ini menjadi catatan serius. Fakta bahwa bantuan baru ditindaklanjuti setelah viral menunjukkan lemahnya pengawasan dan minimnya kehadiran aparat di lapangan. Pemerintah tidak boleh hanya bekerja dari balik meja. Turun langsung ke masyarakat adalah keharusan, agar warga miskin yang benar-benar membutuhkan tidak terus terabaikan hanya karena persoalan administrasi.
(Pajar Hadi)

=========================================












