Banner Redaksi Warta Demokrasi

👆 KLIK BANNER UNTUK LIHAT REDAKSI 👆

=========================================
Biro Musi Rawas Utara
========================================= =========================================

Bupati Muara Enim Edison Terjaring OTT KPK, 10 Orang Diamankan, Sejumlah Kantor Dinas Disegel

Getting your Trinity Audio player ready...

WARTADEMOKRASI, MUARA ENIM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dalam operasi yang digelar pada Senin (8/6/2026), KPK mengamankan Bupati Muara Enim, H. Edison, bersama sembilan orang lainnya di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan OTT tersebut. Menurutnya, total terdapat 10 orang yang diamankan dalam operasi yang masih berlangsung.

“Sepuluh orang diamankan di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan,” kata Budi Prasetyo, Senin (8/6/2026).

Dari jumlah tersebut, lima orang berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk Bupati Edison. Sementara lima orang lainnya merupakan pihak swasta yang diduga terkait dengan perkara yang sedang ditangani penyidik KPK.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, turut membenarkan bahwa salah satu pihak yang diamankan dalam OTT tersebut adalah Bupati Muara Enim. Namun, hingga berita ini diturunkan, KPK belum mengungkap secara rinci perkara yang menjadi dasar operasi maupun identitas seluruh pihak yang terjaring.

“Tim masih bekerja di lapangan, perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” ujar Budi.

Selain melakukan penangkapan, tim KPK juga dikabarkan melakukan penyegelan terhadap sejumlah kantor dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Salah satu kantor yang disebut telah disegel adalah Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim.

Sesuai ketentuan yang berlaku, KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan sebelum mengumumkan hasil resmi operasi tersebut kepada publik.

Hingga saat ini, proses pemeriksaan terhadap para pihak yang diamankan masih berlangsung dan KPK belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai konstruksi perkara yang sedang diusut.

(Am)

 

Tinggalkan Balasan