Banner Redaksi Warta Demokrasi

👆 KLIK BANNER UNTUK LIHAT REDAKSI 👆

Lahan Sawit Diduga Milik Mantan Sekda OI Terbakar, Bekas Tebasan dan Bibit Baru Picu Pertanyaan

Getting your Trinity Audio player ready...

WARTADEMOKRASI, OGAN ILIR — Kebakaran lahan sawit di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Jumat (18/9/2026), memicu perhatian masyarakat. Pasalnya, di lokasi ditemukan bekas tebasan di area kebun dan tumpukan bibit sawit baru sehari setelah kebakaran dipadamkan.

Lahan yang terbakar tersebut disebut-sebut diduga milik mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Ogan Ilir berinisial MS. Temuan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat dan mendorong aparat untuk memastikan penyebab kebakaran serta aktivitas yang berlangsung sebelum dan sesudah peristiwa tersebut.

Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Pulau Semambu, Iwan, mengatakan titik awal api berdasarkan pengamatan di lapangan berasal dari bagian dalam kebun, bukan dari rembetan api dari luar.

Selain menemukan area yang terbakar, Iwan mengaku melihat bekas tebasan pada semak-semak di sekitar lokasi. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui apakah berkaitan dengan peristiwa kebakaran.

“Benar, asal api dari tengah kebun itu dan ada bekas tebasan juga. Belum hilang lelah kami memadamkan api, besok paginya saat dicek sudah ada bibit sawit siap tanam,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, proses pemadaman melibatkan MPA bersama BPBD dan unsur Polri. Ia berharap temuan di lokasi tidak diabaikan dan dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan resmi.

Kepala Desa Pulau Semambu, Eka Rahmawati, membenarkan adanya temuan bibit sawit baru di lokasi kebakaran. Setelah menerima laporan masyarakat, Eka meninjau langsung kawasan di Dusun 4.

Dari peninjauan tersebut, ia melihat mayoritas tanaman sawit di area kebun hangus terbakar. Di lokasi yang sama juga ditemukan tumpukan bibit sawit yang disebut siap tanam.

Namun, Eka mengaku belum mengetahui secara pasti siapa yang membawa bibit tersebut dan untuk tujuan apa bibit itu ditempatkan di lokasi.

Sementara itu, Ketua BPD Pulau Semambu, Herman Sawiran, mengatakan tanaman sawit lama di kawasan tersebut memang telah berusia tua dan produktivitasnya relatif rendah.

Menurut Herman, kondisi tanaman lama serta kemunculan bibit baru setelah kebakaran menjadi hal yang perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kalau ada bibit sawit baru yang datang di lokasi kebakaran, tentu perlu dipertanyakan apakah akan dilakukan penanaman baru. Kami berharap pihak berwajib segera menyelidiki kejadian ini secara tuntas,” tegas Herman.

Herman menambahkan, apabila hasil penyelidikan aparat menemukan adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran tersebut, pihak yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut berinisial MS maupun pengelola lahan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kebakaran, bekas tebasan, maupun asal-usul bibit sawit yang ditemukan di lokasi.

Temuan bekas tebasan dan bibit sawit baru tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa kebakaran dilakukan secara sengaja. Kepastian mengenai penyebab Karhutla masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.

Aparat penegak hukum diharapkan memeriksa secara menyeluruh titik awal api, aktivitas di sekitar lahan sebelum kebakaran, kondisi tanaman, serta asal-usul bibit sawit yang ditemukan pascakebakaran guna memberikan kejelasan kepada masyarakat.

(Red. Vera)

 

Tinggalkan Balasan