Banner Redaksi Warta Demokrasi

👆 KLIK BANNER UNTUK LIHAT REDAKSI 👆

=========================================
Biro Musi Rawas Utara
========================================= =========================================

Malam Berdarah di Panhead Palembang, Senggolan Dugem Berujung Tembakan Maut Antar Oknum TNI

Getting your Trinity Audio player ready...

WARTADEMOKRASI, PALEMBANG – Insiden penembakan berdarah di Tempat Hiburan Malam (THM) Panhead Cafe, Resto, Bar and Live Music Palembang, Sabtu dini hari (16/5/2026), mengguncang publik Sumatera Selatan. Seorang prajurit TNI AD berinisial Pratu Ferischal (23) tewas setelah diduga ditembak sesama anggota TNI aktif berinisial Serda RN di tengah keributan area live music.

Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 02.30–02.40 WIB itu kini menjadi sorotan luas lantaran memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan senjata api, keamanan tempat hiburan malam, hingga disiplin internal aparat bersenjata.

Buntut kejadian tersebut, operasional THM Panhead yang berada di kawasan Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara, Palembang, langsung dihentikan sementara guna kepentingan penyelidikan aparat gabungan.

Informasi yang dihimpun tim investigasi Warta Demokrasi di lapangan menyebutkan, insiden bermula dari keributan di area hiburan malam saat korban dan terduga pelaku sama-sama berada di lokasi live music. Dugaan sementara, cekcok dipicu senggolan saat berjoget yang kemudian memanas menjadi adu mulut hingga perkelahian fisik.

Di tengah situasi ricuh, terduga pelaku diduga mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah korban. Peluru mengenai bagian perut sebelah kanan korban hingga tersungkur bersimbah darah di lokasi kejadian.

Suasana THM mendadak panik. Sejumlah pengunjung berhamburan keluar setelah mendengar suara letusan senjata.

“Awalnya ribut biasa, lalu terdengar satu kali tembakan. Semua langsung lari keluar,” ujar salah satu saksi mata kepada Warta Demokrasi.

Korban yang diketahui berdinas di Denkesyah/Kesdam II/Sriwijaya sempat dilarikan ke RS Permata Palembang dalam kondisi kritis. Namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 03.30 WIB. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk proses visum.

Sementara itu, terduga pelaku Serda RN kini telah diamankan Denpom II/4 Palembang untuk menjalani pemeriksaan intensif. Aparat militer juga tengah mendalami kepemilikan senjata api yang digunakan dalam insiden maut tersebut.

Pantauan Warta Demokrasi di lokasi beberapa jam pascakejadian, aparat kepolisian bersama Polisi Militer tampak melakukan sterilisasi area THM. Garis polisi dipasang di sejumlah titik, sementara penyidik mengamankan rekaman CCTV, meminta keterangan saksi, serta mengumpulkan barang bukti lain di lokasi.

Kasus ini semakin menyita perhatian publik karena muncul pertanyaan besar mengenai bagaimana senjata api bisa berada dan digunakan di dalam tempat hiburan malam. Selain itu, sistem pengamanan THM juga ikut menjadi sorotan masyarakat.

Pihak manajemen Panhead melalui penasihat hukumnya menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan dan mengaku akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan internal.

“Ke depan pengamanan akan diperketat, termasuk penggunaan metal detector dan pemeriksaan lebih ketat terhadap pengunjung,” ujar perwakilan manajemen.

Di sisi lain, keluarga korban mendesak agar proses hukum dilakukan secara transparan dan tegas. Mereka meminta pelaku tidak hanya diproses melalui pidana militer, tetapi juga diberhentikan dari institusi TNI apabila terbukti bersalah.

Pengamat menilai insiden tersebut bukan sekadar keributan biasa di tempat hiburan malam. Peristiwa itu disebut membuka ruang evaluasi besar terhadap pengawasan personel bersenjata, standar keamanan THM, hingga potensi kelalaian yang dapat membahayakan keselamatan publik.

Hingga berita ini diterbitkan, aparat militer masih mendalami motif penembakan, kronologi lengkap kejadian, serta asal-usul senjata api yang digunakan dalam insiden berdarah tersebut.

Kasus penembakan maut di THM Panhead Palembang kini terus menjadi perhatian publik Sumatera Selatan seiring proses investigasi yang masih berlangsung.

(Red. Vera)

Tinggalkan Balasan