|
Getting your Trinity Audio player ready...
|
WARTADEMOKRASI, PALEMBANG – Gelombang aksi solidaritas menuntut keadilan bagi aktivis HAM yang menjadi korban penyiraman air keras pecah di Panggung Terbuka Simpang Lima DPRD Sumsel, Rabu (18/03/2026). Meskipun bertepatan dengan hari libur nasional, ratusan massa Gabungan Aktivis Sumatera Selatan (Sumsel) tetap turun ke jalan guna mendesak penangkapan aktor intelektual di balik teror brutal tersebut.
Titik aksi yang semula direncanakan di Mapolda Sumsel dialihkan ke Simpang Lima DPRD Sumsel berdasarkan instruksi taktis lapangan. Di lokasi tersebut, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, hadir langsung mewakili Polda Sumsel untuk menemui dan menyapa kerumunan massa aksi.
Demokrasi Sedang Dipertaruhkan
Dalam orasinya, M. Ruben Alkatiri SH MH menegaskan bahwa kejadian ini merupakan alarm keras bagi kondisi demokrasi di Indonesia. Ia menyatakan bahwa pelaku tidak mungkin bekerja sendirian tanpa adanya otak yang merancang aksi tersebut.
“Ini serangan terhadap demokrasi. Tidak mungkin pelaku bekerja sendiri. Harus diungkap siapa aktor di belakangnya. Kepolisian sedang dipertaruhkan di mata rakyat,” tegas M. Ruben Alkatir dengan lugas.
Senada dengan hal itu, Direktur Eksekutif SIRA, Rahmat Sandi Iqbal SH, menekankan bahwa negara tidak boleh kalah oleh teror kekuatan gelap. Ia menuntut transparansi penuh dalam penanganan kasus ini agar publik tidak kehilangan kepercayaan terhadap penegak hukum.
Komitmen Kepolisian
Mewakili Polda Sumsel, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan menyatakan keprihatinannya dan berkomitmen mengusut perkara ini secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Kami akan menangani perkara ini secara hati-hati, profesional, and sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kami juga mendoakan korban segera pulih,” ujar Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan di hadapan para aktivis.
Gabungan Aktivis Sumsel menutup aksi dengan penegasan bahwa perjuangan akan terus berlanjut hingga dalang utama ditangkap dan diadili di meja hijau. (Nopri/Red)
#UsutTuntasAktorIntelektual
#Lawan
#KriminalisasiAktivis













