Banner Redaksi Warta Demokrasi

👆 KLIK BANNER UNTUK LIHAT REDAKSI 👆

Krisis Listrik 158 Volt di Musi Rawas Utara: PLN ULP Imbau Warga Bijak Energi Sambil Menanti Gardu Induk Rampung Akhir Tahun

"Dokumentasi meteran digital di Desa Tanjung Beringin yang menunjukkan penurunan tegangan ekstrem hingga 158.4 Volt pada jam beban puncak, Kamis malam (11/09/2026). (Dok: Macan Tutul)"
Getting your Trinity Audio player ready...

WARTADEMOKRASI, MURATARA — Kondisi kelistrikan di Kabupaten Musi Rawas Utara, khususnya di wilayah Desa Tanjung Beringin dan sekitarnya, mengalami penurunan tegangan (spaning) yang cukup ekstrim pada jam beban puncak malam hari. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan menggunakan meteran digital, tegangan arus sempat anjlok hingga menyentuh angka 158.4\text{ Volt}, jauh dari standar normal 220\text{ Volt}.

Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat karena memicu kekhawatiran terhadap ketahanan perangkat elektronik rumah tangga, seperti kulkas, televisi, dan kipas angin, yang rentan mengalami kerusakan pada komponen vital akibat suplai arus yang tidak stabil.

Menanggapi persoalan tersebut, Pemimpin Umum Warta Demokrasi dan MediaBBC, Nopriansyah (Nopri), mengonfirmasi langsung situasi ini kepada Manager ULP PLN Musi Rawas Utara, Pak Bani, guna mendapatkan keterangan resmi yang berimbang bagi publik.

Langkah Mitigasi dan Imbauan PLN

Menanggapi keluhan tersebut, Manager ULP PLN Musi Rawas Utara, Bani Novrico, memberikan penjelasan serta imbauan resmi bagi seluruh masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan perangkat elektronik selama masa beban puncak.

“Kami mengimbau masyarakat Muratara, khususnya pada jam beban puncak, apabila terjadi penurunan tegangan agar sementara mengurangi penggunaan peralatan listrik berdaya besar seperti AC, pompa air, pemanas, dan peralatan lainnya. Untuk perangkat elektronik yang sensitif, sebaiknya menggunakan stabilizer/UPS atau mematikannya sementara apabila tegangan terlalu rendah. Masyarakat juga tidak perlu melakukan tindakan pada instalasi listrik sendiri dan dapat segera melaporkan kondisi kelistrikan melalui kanal resmi PLN.”

Solusi Permanen: Progres Pembangunan Gardu Induk

Lebih lanjut, pihak ULP PLN menjelaskan bahwa persoalan pasokan yang ditarik dari jarak jauh melalui sistem transmisi lini luar merupakan tantangan teknis yang sedang diselesaikan secara struktural.

 

BACA JUGA: Nekat! Kabel Gardu PLN Desa Tanjung Beringin Dicuri, Picu Pemadaman Listrik di Muratara

Terkait solusi jangka panjang, proyek pembangunan Gardu Induk (GI) khusus untuk wilayah Musi Rawas Utara saat ini sedang dalam tahap pengerjaan menyusul dorongan dari pemerintah daerah dan kunjungan kenegaraan sebelumnya. Pembangunan infrastruktur strategis ini ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

“Kami berharap pembangunan dan penyelesaian GI Muratara dapat berjalan lancar sesuai target akhir tahun. Beroperasinya GI ini diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Muratara, meningkatkan keandalan serta kualitas tegangan, dan memberikan pelayanan listrik yang semakin baik bagi masyarakat. Kami dari ULP siap mendukung dan berkoordinasi agar prosesnya dapat berjalan optimal,” tambah Pak Bani.

Dengan adanya target penyelesaian Gardu Induk pada akhir tahun ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menggunakan perangkat listrik secara bijak di jam-jam beban puncak, serta bersama-sama mengawal proses transisi infrastruktur kelistrikan demi kenyamanan bersama di Kabupaten Musi Rawas Utara. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan