|
Getting your Trinity Audio player ready...
|
WARTADEMOKRASI, MURATARA – Bencana alam banjir bandang dengan volume air terbesar sepanjang sejarah melanda Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pada Kamis jam 13.49 (7/5/2026). Hingga laporan ini ditayangkan, debit air dilaporkan masih terus merangkak naik dan mulai menenggelamkan dan masuk pemukiman warga secara meluas.
Fenomena alam yang terjadi tepat di bulan Mei 2026 ini tercatat sebagai musibah banjir terdahsyat sejak Kabupaten Muratara terbentuk. Kondisi di lapangan menunjukkan intensitas air yang tidak lazim, memicu kekhawatiran mendalam bagi warga yang tengah bersiap menyambut hari raya Lebaran.
Seorang warga lanjut usia di Desa Tanjung Beringin, Nek Cina (70), memberikan kesaksian memilukan terkait musibah ini. Ia mengakui bahwa selama tujuh dekade masa hidupnya di desa tersebut, dirinya belum pernah melihat air sungai meluap hingga masuk sedalam ini ke pemukiman penduduk.
”Sepanjang hidup saya di Desa Tanjung Beringin ini, baru kali ini saya melihat banjir sebesar ini. Umur saya sudah 70 tahun, dan ini adalah kejadian pertama di mana air masuk begitu hebat ke rumah-rumah warga,” ungkap Nek Cina dengan nada getir.
Banjir ini menjadi sorotan nasional karena skalanya yang melampaui siklus banjir tahunan biasanya. Masyarakat setempat kini sangat mengharapkan doa dan dukungan moral dari seluruh rakyat Sumatera Selatan serta masyarakat Indonesia secara luas.
Harapan besar tertumpu agar debit air segera menyurut sebelum hari raya Lebaran tiba, sehingga warga tidak kehilangan momen sakral di tengah bencana.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai total kerugian material maupun korban jiwa, namun kewaspadaan tingkat tinggi terus diserukan mengingat posisi air yang masih menunjukkan tren kenaikan (Real-Time Report).

=========================================












