Banner Redaksi Warta Demokrasi

👆 KLIK BANNER UNTUK LIHAT REDAKSI 👆

=========================================
Biro Musi Rawas Utara
========================================= =========================================

Korem 044/Gapo Gelar Upacara 17-an, Pangdam Tekankan Nasionalisme dan Disiplin Prajurit

Getting your Trinity Audio player ready...

WARTADEMOKRASI, PALEMBANG – Korem 044/Garuda Dempo (Gapo) menggelar Upacara Bendera 17-an bulan Juni 2026 di Makorem 044/Gapo, Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diikuti seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) jajaran Korem 044/Gapo.

Pada upacara tersebut, Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Andi Gus Wulandri bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis.

Dalam amanatnya, Pangdam II/Sriwijaya menegaskan bahwa Upacara Bendera 17-an harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme, patriotisme, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan PNS Kodam II/Sriwijaya yang telah melaksanakan tugas dengan dedikasi dan loyalitas tinggi.

“Melalui momentum Upacara Bendera tujuh belasan ini, kita kobarkan kembali semangat nasionalisme, cinta tanah air, jiwa patriotisme serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” demikian amanat Pangdam yang dibacakan Kasrem.

Selain itu, Pangdam II/Sriwijaya menyoroti dukungan TNI terhadap Program Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, keterlibatan TNI dilakukan dalam bentuk pendampingan teknis dan percepatan pelaksanaan program, terutama pada aspek pembangunan fisik, logistik, dan efisiensi waktu. Namun, pengelolaan koperasi tetap menjadi kewenangan masyarakat dan pemerintah desa.

Pangdam menjelaskan, pendekatan kolaboratif tersebut bertujuan membantu mengatasi berbagai kendala di lapangan, termasuk keterbatasan sumber daya dan sulitnya akses wilayah, sehingga program dapat berjalan optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Menjelang akhir amanatnya, Pangdam II/Sriwijaya kembali mengingatkan seluruh prajurit agar menjauhi berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan institusi TNI. Di antaranya penyalahgunaan senjata api dan munisi, penyalahgunaan narkoba, disersi, perkelahian, pelanggaran asusila, tindak pidana umum seperti penipuan, perampokan dan pencurian, perjudian, serta berbagai kegiatan ilegal lainnya.

Upacara juga diisi dengan pembacaan Pembukaan UUD 1945, pengucapan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, serta Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia sebagai bentuk penguatan nilai-nilai kebangsaan dan pengabdian kepada negara.

( Nopri Macan Tutul )

Tinggalkan Balasan