|
Getting your Trinity Audio player ready...
|
WARTADEMOKRASI, Palembang — Aksi jambret yang menyasar anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Palembang. Seorang bocah perempuan berusia 5 tahun menjadi korban perampasan handphone di kawasan Gandus. Ironisnya, pelaku terekam jelas kamera CCTV, namun hingga kini belum ada tindakan nyata dari pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Tanah Kaplingan RT 09 RW 06, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, pada Selasa (17/03/2026) sekitar pukul 08.50 WIB.
Kejadian bermula saat korban, Tiara (5), hendak menyusul ibunya ke warung yang tidak jauh dari rumah. Ia berjalan bersama kakaknya, Ilham (10), yang berada di belakangnya.
Namun secara tiba-tiba, seorang pria tak dikenal datang menggunakan sepeda motor jenis VCX warna hitam tanpa plat nomor. Pelaku mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan penutup kepala, diduga untuk menyamarkan identitas.
Tanpa ragu, pelaku langsung mendekati korban dan merampas handphone yang sedang dipegangnya. Aksi cepat tersebut membuat sang kakak panik dan berteriak meminta pertolongan warga.
Tidak terima anaknya menjadi korban, Gunawan, orang tua korban, segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gandus. Laporan itu tercatat dengan nomor: LP/B/77/2026/SPKT/Polsek Gandus/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel, tertanggal 17 Maret 2026 pukul 12.26 WIB.
“Setelah melapor, saya juga menelusuri rekaman CCTV warga. Dari situ saya berhasil mengetahui lokasi yang diduga sebagai tempat tinggal pelaku,” ujar Gunawan, Kamis (19/03/2026).
Namun demikian, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Gunawan mengaku sempat berkoordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Gandus dan diarahkan untuk kembali melapor ke petugas piket. Sayangnya, respons yang diterima dinilai tidak memuaskan.
“Saya sudah sampaikan bukti, ada CCTV, ada saksi, bahkan lokasi pelaku sudah diketahui. Tapi anggota bilang laporan saya belum bisa ditindaklanjuti karena tidak ada kotak handphone,” ungkapnya kecewa.
Kondisi ini membuat Gunawan merasa upayanya tidak mendapat respons serius. Ia pun mempertanyakan kesigapan aparat dalam menangani kasus yang menimpa anaknya.
“Kalau seperti ini, saya harus minta perlindungan ke siapa lagi? Bukti sudah jelas, tapi tidak ada tindakan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Gandus terkait lambannya penanganan kasus tersebut.
(PAJAR HADI)













