“Maling” CPO KM 14, Ali: Akui A1 Namun Berdalih Tutup Saat Investigasi

KETERANGAN FOTO: (Kiri) Dokumentasi visual aktivitas keluar-masuk truk tangki kuning di pangkalan KM 14 pada 30 Maret 2026, mematahkan alibi "gudang tutup" yang diklaim pelaku. (Kanan) Bukti digital pengakuan Ali yang menyatakan informasi aktivitas tersebut adalah "A1" (Valid) serta permintaannya akan "Petunjuk" pasca pemberitaan perdana. Gabungan fakta lapangan dan pengakuan langsung ini menjadi dasar kuat dugaan praktik ilegal komplotan mafia CPO.
Getting your Trinity Audio player ready...

WARTADEMOKRASI, BANYUASIN – Dugaan Praktik mafia kencing CPO di Jalan Lintas KM 14 terbongkar setelah terduga pengelola pangkalan, Ali, mengakui informasi aktivitas ilegal di lokasinya adalah “A1″ (Akurat/Valid). Pengakuan ini disampaikan Ali melalui pesan singkat kepada tim redaksi Warta Demokrasi pada Jumat malam (3/4/2026).

Pasca membenarkan data tersebut, Ali mencoba berkelit saat tim melakukan investigasi lanjutan mengenai aliran dana dan keterlibatan pihak lain dalam modal operasional pangkalan.

Keterangan Foto: Bukti percakapan lanjutan saat Ali mencoba berkelit (berdalih) dengan menyatakan pangkalan sudah tutup dan tidak tahu kapan akan buka kembali, tepat setelah tim redaksi menanyakan soal keterlibatan pihak lain.
Keterangan Foto: Bukti percakapan lanjutan saat Ali mencoba berkelit (berdalih) dengan menyatakan pangkalan sudah tutup dan tidak tahu kapan akan buka kembali, tepat setelah tim redaksi menanyakan soal keterlibatan pihak lain.

Dugaan kuat terindikasi untuk menghindari pengusutan, Ali mendadak berdalih bahwa usahanya sudah tidak beroperasi. “Sorry ndo gudang itu posisi sekarang lagi tutup entah kapan bukanya,” tulis Ali.

BACA JUGA : Diduga Jadi Lokasi Penurunan CPO Ilegal, Pangkalan Milik Ali di Talang Kelapa Bebas Beroperasi

Alibi tersebut dinilai publik sebagai upaya melarikan diri dari jeratan hukum. Tim investigasi mengantongi bukti kuat berupa dokumentasi foto tertanggal 30 Maret 2026 yang merekam jelas aktivitas bongkar muat truk tangki CPO di lokasi, sangat kontras dengan klaim Ali.

Berdasarkan pengakuan “A1” dan bukti visual terkini, publik mendesak penegak hukum agar tidak terkecoh oleh alibi pelaku. Aparat diharapkan demi menjaga integritas institusi dalam dekat ini dapat segera membongkar jaringan pihak lain yang diduga terlibat dalam komplotan mafia CPO ini karena telah merugikan banyak pihak. (Tim Investigasi)

Tinggalkan Balasan